Perjuangan Orang Tua Zoella Demi Bayi Prematur Mereka Selamat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Demi menyelamatkan nyawanya dan bayi dalam kandungannya, Bu Viesta harus melahirkan bayi prematur di usia kandungan 7 bulan. Sejak kecil, Bu Vista memang telah berjuang melawan penyakit autoimun. Namun, di bulan ketujuh kehamilannya, Bu Viesta mendadak kejang-kejang dan naik drastis tensinya karena adanya eklamsia (komplikasi pra-melahirkan). 5 hari ia tak henti kejang.

Dokter pun terpaksa mengambil tindakan, yaitu untuk mengoperasi sesar bayi dalam kandungan Bu Viesta. Harapannya, agar di kondisi terburuk ini sang ibu dan bayi dapat selamat. Syukurlah, operasi itu berhasil. Bayi yang harus menginap di ruang NICU RS Anak dan Bunda Harapan Kita itu diberi nama Zoella.

Perjalanan Masih Panjang Untuk Memperjuangkan Zoella Bisa Bertahan Hidup

Kisah perjuangan orang tua Zoella demi bayi prematur mereka bertahan hidup

Lahir sebagai bayi prematur di usia kandungan hanya 7 bulan, banyak organ dalam Zoella yang belum berkembang secara sempurna. Tulang rusuknya menonjol di dada kecil Zoella, membuat bayi mungil ini sangat kepayahan untuk menghirup oksigen. Bahkan, asi yang disiapkan oleh Bu Viesta terpaksa terbuang mubazir karena Zoella hanya bisa mendapat nutrisi dari selang infusnya.

Berbulan-bulan waktu telah dihabiskan oleh Zoella di ruang NICU. Di sisi lain, sang mama juga tengah berjuang dari komplikasi Autoimun sambil menahan rindu pada buah hatinya. Tinggallah Pak Erik sendiri, mencari nafkah untuk membayar ratusan juta biaya pengobatan bayi prematur dan istrinya di RS Anak dan Bunda Harapan Kita.

Namun, Kondisi Makin Memburuk Sejak Pak Erik (Ayah Zoella) di PHK Dampak Krisis Pandemi

Dampak pandemi memang tak pandang bulu. Sejak penerapan PSBB atau PPKM di Indonesia, pendapatan toko-toko offline sangat terpengaruh. Pengunjung semakin sepi dan jam buka-tutup pun dibatasi. Oleh karena itu, pemilik toko tempat Pak Erik bekerja terpaksa mengurangi jumlah karyawan agar bisa bertahan.

Setelah di PHK, Pak Erik tidak putus asa. Ia tetap semangat mencari nafkah demi biaya pengobatan anak dan istrinya dengan menjadi kurir. Pak Erik, pergi pagi pulang malam demi mencari rezeki. Namun, sekeras apapun usaha Pak Erik menjadi kurir, penghasilannya tetap tidak cukup untuk kebutuhan harian dan pengobatan keluarganya. Saat itulah, Pak Erik ingin menambah usahanya dengan membuat galang dana di Kitabisa.

Saya percaya. Saat sudah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin, tapi kenyataannya belum cukup, ya gapapa kita minta bantuan orang lain. Nanti, saat kita ada rezeki lebih juga jangan ragu bantu orang lain.

Semangat tolong-menolong Kitabisa lah yang menginspirasi Pak Erik dan istri dalam membuat galang dana. Sebelumnya, mereka memang telah mengenal Kitabisa dan menggunakannya untuk membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan biaya pengobatan.

Syukurlah, saat Pak Erik membuat galang dana demi kesembuhan bayi prematurnya, lebih dari 2000 donatur semangat membantunya. Dalam waktu singkat, Rp 281.168.882 donasi terkumpul dan dana ini akan dipergunakan untuk:

  • Biaya pengobatan dan perawatan Zoella di RS Bunda dan Anak Harapan Kita sebesar kurang lebih Rp 175 juta
  • Kelebihan donasi akan disalurkan ke pasien pra-sejahtera lainnya yang membutuhkan biaya pengobatan mendesak di RS Bunda dan Anak Harapan Kita

Kamu juga bisa membuat galang dana seperti Pak Erik dan Bu Viesta untuk membantu keluargamu yang butuh biaya pengobatan mendesak. Yuk, cari informasinya di sini!

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Kitabisa

Kitabisa

Wadah untuk berdonasi dan menggalang dana secara online. Kami percaya, kemajuan teknologi sepatutnya dimanfaatkan untuk menghubungkan semangat kebaikan dan gotong-royong.

Baca juga

Punya Ide Kebaikan?

Bantu biaya pengobatan, beasiswa pendidikan, hingga bangun infrastruktur lebih mudah dengan galang dana di Kitabisa

Copyright © 2021 Kitabisa All Rights Reserved