Anak Buruh Bangunan Berhasil Sembuh dari Tumor Kraniofaringioma

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Sejak usia 4 tahun, Naya harus bolak-balik rumah sakit untuk pengobatan Tumor Kraniofaringioma. Awalnya, Naya hanya mengeluh pusing. Namun, kondisinya terus drop hingga mengalami kejang-kejang.

Orang tua Naya yang panik segera membawanya ke Puskesmas untuk diperiksa. Orang tua Naya sebenarnya ingin membawanya ke Rumah Sakit. Namun tanpa asuransi, mereka khawatir tidak bisa membayar biaya pengobatan Naya nantinya.

Penghasilan ayah Naya sebagai buruh bangunan tergolong pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Maka dari itu, kabar sang buah hati terdiagnosa Tumor Kraniofaringioma seperti petir di siang bolong bagi mereka.

“Kami kejar-kejaran sama waktu. Kalau ngandelin penghasilan ayahnya doang sih mana cukup. Makanya perhiasan dan tanah dari nenek Naya kita jual untuk biaya pengobatannya. Soalnya, kondisi Naya makin hari makin memburuk. Benjolan di kepala tambah gede”

Tumor Kraniofaringioma

Tak Cukup Satu Kali Operasi untuk Kesembuhan Naya dari Tumor Kraniofaringioma

Dengan segala usaha, operasi pengangkatan tumor telah dilakukan pada Naya. Tentu saja biaya operasi ini tak hanya menguras tabungan, namun juga membuat orang tua Naya tak lagi memiliki aset berharga lainnya untuk dijual.

Walau demikian, ternyata pasca operasi pembengkakan masih terjadi di kepala Naya. Setelah menjalani beberapa perawatan dan sinar, dokter menemukan masih ada tumor tersisa kepala Naya.

Hal ini bahkan mengharuskan Naya menjalani operasi lanjutan. Entah harus dari mana lagi ayah dan ibunda Naya kumpulkan biaya. Semua harta benda sudah habis mereka kerahkan untuk operasi kemarin.

Sementara jika mengandalkan penghasilan sang ayah sebagai buruh bangunan, untuk menjangkau biaya operasi terasa mustahil. Jangankan operasi, untuk penuhi kebutuhan makan sehari-hari pun sudah tertatih-tatih.

Tumor Kraniofaringioma

Mereka Berpacu dengan Waktu Karena Kondisi Naya Makin Mengkhawatirkan

Setelah mendengar dari tetangganya yang bercerita tentang Kitabisa, orang tua Naya memutuskan untuk tak lagi berjuang sendiri. Mereka membuka halaman Bantu Naya Sembuh di Kitabisa untuk mempercepat pengumpulan dana biaya pengobatan putrinya. Syukurlah, atas bantuan #OrangBaik lebih dari Rp 105 juta terkumpul untuk bantuan pengobatan Naya.

Naya berhasil di operasi tepat waktu di RS Dharmais Jakarta berkat dana yang terkumpul di halaman Bantu Naya Sembuh di Kitabisa. Bahkan, dana donasinya juga dapat dipergunakan untuk membantu biaya terapi sinar sebanyak 27 kali yang harus Naya jalani.

Sebagai inspirasi untuk kamu yang mungkin sedang galang dana biaya pengobatan dengan penyakit serupa, berikut cara-cara yang dilakukan orang tua Naya untuk mempercepat pengumpulan dana:

1. Mengajak keluarga untuk berdonasi lebih dulu

Saat kamu memilih rumah makan, terkadang tempat yang ramai terlihat lebih menjanjikan bukan? Sama seperti itu, orang tua Naya mengusahakan halaman galang dananya memiliki donasi terlebih dahulu sehingga tidak kosong. Setidaknya, Rp 5 juta pertama ingin mereka usahakan ada terlebih dahulu dari keluarga mereka.

Jika telah terkumpul beberapa donasi dari beberapa donatur, tentu halaman galang dananya akan terlihat lebih meyakinkan. Sehingga, saat disebarkan tak ada pertanyaan seperti: ini galang dana sudah dimulai atau belum? Bener gak nih galang dananya?

2. Menyebarkan informasinya ke grup-grup WhatsApp

Setelah poin pertama berhasil, orang tua Naya rajin menyebarkannya ke grup-grup WhatsApp mereka. Dari mulai grup keluarga besar, alumni sekolah, arisan, hingga grup RT. Pesannya tentu saja disesuaikan dengan penerimanya.

Supaya lebih meyakinkan donatur, bahkan orang tua Naya turun menyertakan foto terbaru ketika putri mereka mendapat perawatan. Melalui halaman galang dana maupun pesan di WhatsApp, mereka selalu menutupnya dengan ajakan untuk ikut menyebarkan pesannya.

3. Melaporkan sekecil apapun pencairan dana yang dilakukan

Keluarga Naya sangat menghargai dan berterimakasih atas setiap donasi, sekecil apapun itu. “Orang yang donasi kecil itu, artinya mereka sedang membutuhkan tapi tetap menyempatkan berbagi ke yang lebih membutuhkan. Itu karena mereka peduli!” ucap ayah Naya.

Makanya, mereka ingin membalas semangat itu dengan juga turut melaporkan penggunaan dana sekecil apapun itu. Bahkan, walaupun hanya Rp 100.000 untuk membeli kebutuhan Naya di minimarket.

Semoga tips ini membantu kamu yang ingin galang dana biaya pengobatan Tumor Kraniofaringioma!


Semua yang membutuhkan bantuan, bisa segera mendapat pengobatan tanpa terhalang biaya. Yuk, buat galang dana untuk pengobatanmu atau orang terkasih sekarang!

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Kitabisa

Kitabisa

Wadah untuk berdonasi dan menggalang dana secara online. Kami percaya, kemajuan teknologi sepatutnya dimanfaatkan untuk menghubungkan semangat kebaikan dan gotong-royong.

Baca juga

Punya Ide Kebaikan?

Bantu biaya pengobatan, beasiswa pendidikan, hingga bangun infrastruktur lebih mudah dengan galang dana di Kitabisa

Copyright © 2021 Kitabisa All Rights Reserved