Perjuangan Orang Tua Adel Keluarkan Bayi Prematur Mereka dari NICU

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Sejak lahir ke dunia, Adel belum pernah merasakan hangat pelukan dari mama dan papanya. Lebih dari 2 bulan, bayi kecil mungil bernama Adel harus bertaruh nyawa di ruang NICU. Saat itu Mama Adel mengalami DBD parah serta adanya infeksi di Paru-paru. Dokter mengatakan nyawa keduanya bisa tidak terselamatkan jika tak segera lakukan persalinan. Makanya, Adel terpaksa lahir secara prematur di usia kandungan 7 bulan.

Biarpun proses persalinannya berjalan lancar, keadaan Adel tidak baik-baik saja. Lahir dengan berat 1,5 kilogram, banyak organ dalam Adel yang belum berfungsi sempurna. Bahkan dokter mengatakan bahwa terdapat bakteri di darah dan paru-paru Adel yang membuat kondisinya sangat gawat.

Di ruang NICU, Adel bernafas harus dibantu ventilator

Perjuangan Orang Tua Adel Keluarkan Bayi Prematur Mereka dari NICU

“Tuhan Yesus, ku mohon padamu berikan kekuatan untuk anakku. Berikan kesembuhan untuk Adel, ku mohon izinkan merawat Adel hingga besar kelak. Engkau yang penuh kuasa, ku berserah padamu.” begitulah doa mama Adel setiap harinya.

Sejak masuk ke ruang NICU, Adel sudah dua kali mengalami gagal nafas. Alat bantu ventilator pun tak pernah dilepas hingga lebih dari 2 bulan. Setelah rangkaian observasi yang panjang, dokter juga menemukan adanya cairan di batang otak Adel dan perlu segera dilakukan operasi penyedotan.

Biaya operasi sedot cairan otak tersebut berkisaran Rp 30 jutaan. Dokter juga memprediksi, operasi penyedotan cairan itu harus dilakukan lebih dari satu kali.

Sedangkan, tagihan rumah sakit untuk biaya perawatan Adel di NICU dan mamanya yang menderita DBD sudah diluar batas kemampuan papa Adel. Bahkan, agar tetap bisa mendapat perawatan, Papa Adel membayar tagihannya dengan cara mencicil.

Di tahap inilah, Papa Adel berusaha mencari solusi lain yang lebih efektif untuk bisa mengumpulkan dana pengobatan Adel.

Syukurnya, pihak rumah sakit tempat Adel dirawat bukan pertama kalinya melihat situasi yang dialami keluarga Adel dan merekomendasikan papa Adel untuk membuat galang dana biaya pengobatan di Kitabisa.

Setelah melengkapi semua dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan, galang dana Bantu Adel Keluar NICU berhasil dipublikasikan. Agar bisa mendapatkan kepercayaan calon donatur, Papa Adel melengkapi halaman galang dananya dengan melakukan 4 hal ini:

  1. Verifikasi identitas pembuat halaman galang dana
  2. Verifikasi identitas pasien yang membutuhkan dana pengobatan dengan menyertakan dokumen medis
  3. Verifikasi identitas penerima dana (Dalam hal ini orang tua) dengan Kartu Keluarga
  4. Menyertakan rencana penggunaan dana supaya lebih transparan

https://kitabisa.com/campaign/bantuadelkeluarnicu

Berkat hal itu, lebih dari 10 ribu donatur percaya dan berhasil mengumpulkan Rp 386.288.867 untuk biaya pengobatan Adel. Dana tersebut tak hanya digunakan untuk melunasi tagihan Rumah Sakit Adel selama ini, tapi juga membiayai 3 kali operasi penyedotan cairan di otak Adel.

Perjuangan Orang Tua Adel Keluarkan Bayi Prematur Mereka dari NICU

Saat ini, Adel masih menjalani perawatan. Namun, berkat kamu yang berdonasi di halaman galang dana Adel, bayi prematur ini berhasil bertahan hidup dan kesehatannya pun membaik. Terima kasih ya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Kitabisa

Kitabisa

Wadah untuk berdonasi dan menggalang dana secara online. Kami percaya, kemajuan teknologi sepatutnya dimanfaatkan untuk menghubungkan semangat kebaikan dan gotong-royong.

Baca juga

Punya Ide Kebaikan?

Bantu biaya pengobatan, beasiswa pendidikan, hingga bangun infrastruktur lebih mudah dengan galang dana di Kitabisa

Copyright © 2021 Kitabisa All Rights Reserved