Perjuangan Panjang Orang Tua Nara Agar Putranya Bisa Mendengar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp
Profound hearing loss

Kasih orang tua tak pernah membiarkan mereka menyerah demi membahagiakan sang anak. Sama seperti orang tua Nara yang tak akan menyerah walau anaknya menderita Profound Hearing Loss. Mereka percaya dapat perjuangan panjang mereka akan membebaskan Nara dari kesunyian!

Danendra Nararya Hannan atau yang biasa kami panggil Nara, masih berusia kurang dari tiga tahun. Putra pertama yang membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya. Namun meskipun demikian, seiring dengan perkembangan usianya, sejak lahir Nara terlihat tidak terlalu merespon terhadap suara, bahkan terhadap suara keras sekalipun.

Hingga pada usia satu tahun saat Nara mulai belajar berjalan, ia tidak menoleh jika kami panggil namanya. Kami curiga ada masalah dengan pendengaran Naran dan membawanya untuk tes BERA (brainstem evoked response audiometry) di Kasoem Hearing Center, Bandung. Pada usia 15 bulan, hasil tes BERA menyatakan Nara mengalami Profound Hearing Loss (gangguan pendengaran sangat berat) atau dengan kata lain, tuli.

Mama Nara sedih senandung nina bobo darinya tak terdengar oleh Nara

Perjuangan Panjang Orang Tua Nara Selamatkan Putranya Dari Kesunyian

Menemani anaknya hingga tertidur pulas dan menyenandungkan nina bobo adalah salah satu cara ibu mengutarakan kasihnya. Namun, bagaimana jika ternyata anaknya tidak bisa mendengar semua senandung pengantar tidurnya? Tak hanya nina bobo, namun juga semua kata-kata sayang dari sang ibu.

“Nara, mama sayang kamu”
“Nara anak baik. Cepat besar ya nak”

Mama Nara sangat berharap buah hatinya dapat tersenyum setelah mendengar suaranya. Walau harus melalui perjalanan panjang, orang tua Nara ingin menyelamatkan anaknya dari kesunyian. Langkah pertamanya, adalah dengan Alat Bantu Dengar (ABD) berdaya Super Power khusus untuk anak dengan kondisi tuli berat. Setelah itu, Nara juga intensif menjalani terapi AVT (Audio Verbal Therapy).

Setelah lebih dari satu tahun, Nara telah bisa mendengar pada rentang pendengaran 60db. Nara belum juga bisa mengucapkan satu kata pun, baik namanya sendiri atau memanggil ayah ibunya. Kata dokter, untuk dapat meniru suara dan berbicara seperti orang-orang pada umumnya, rentang pendengaran harus berada di 20db.

Perjalanan Nara sembuh dari Profound Hearing Loss TERNYATA masih panjang

Setelah mengevaluasi perkembangan ini, dokter Nara sampailah pada kesimpulan bahwa terapi dan alat bantu saja tidak cukup. Nara harus menjalani operasi pemasangan Implan Koklea untuk membantu pendengarannya.

Biarpun selama ini orang tua Nara cukup terbantu dengan adanya BPJS dan asuransi dalam perawatan Nara, ternyata proses lanjutan ini tidak bisa ditanggung oleh keduanya lagi. Di Indonesia belum ada asuransi yang menanggung pembelian alat Implan Koklea yang harga paling murahnya sekitar Rp. 300.000.000, untuk sepasang alat implan di kedua telinga.

Tanpa patah semangat, orang tua Nara pun sudah berjuang dari tabungan dan menjual aset berharganya. Namun, ternyata dana itu hanya cukup untuk satu alat saja. Oleh karena itu, mereka akhirnya memutuskan untuk membuat halaman galang dana Bantu Nara Mendengar supaya harapan bagi putranya tidak pupus begitu saja.

Alhamdulillah, lebih dari Rp 170 juta terkumpul untuk bantu Nara bisa mendengar. Berikut beberapa cara kreatif orang tua Nara sukseskan galang dana mereka:

1. Memberikan informasi super lengkap

Melihat halaman galang dana, biasanya informasi apa saja sih yang kamu cari sebelum memutuskan untuk berdonasi? Jawab pertanyaan ini terlebih dahulu sebelum kamu membuat diskripsi galang danamu ya.

Cara itu yang dilakukan orang tua Nara sebelum menyusun informasi dalam halaman galang dananya. Hasilnya, semua informasi yang disajikan sangat lengkap, runtut, dan tepat dengan yang dibutuhkan untuk meyakinkan calon donatur. Berikut beberapa rinciannya:

  1. Kronologi Nara diketahui menderita Profound Hearing Loss
  2. Pekerjaan orang tua Nara
  3. Usaha apa saja yang sudah dilakukan sebelum menggalang dana
  4. Nomor telepon dan email untuk mengecek kebenaran informasi jika diperlukan
  5. Membuat link ke halaman FAQ atau pertanyaan yang sering diajukan calon donatur
  6. Mengabarkan progress kesehatan Nara melalui cerita, foto, dan video

2. Membuat sosial media untuk update perkembangan Nara

Orang tua Nara sadar, tidak semua orang tertarik untuk membaca cerita panjang. Terutama, cerita dalam sebuah halaman website. Lebih banyak orang akan tertarik dengan cerita yang bersifat personal dan disajikan melalui sosial media.

Mengerti akan hal itu, orang tua Nara berinisiatif membuat sosial media untuk membagikan setiap perkembangan Nara. Pendekatannya pun dengan cara bercerita seakan-akan sosial media itu adalah buku harian Nara. Melalui Instagram @danendranararya dan Youtube Danendra Nararya Hannan, orang tua Nara membagikan vlog dan foto-foto Nara. Hal ini bertujuan tak hanya sebagai laporan pada donatur, namun juga strategi untuk memikat calon donatur.

Semoga tips dari orang tua Nara ini bisa membantu kamu yang keluarganya memiliki kendala biaya pemasangan Implan Koklea untuk Profound Hearing Loss juga. Ingat ya! Keluargamu tak perlu menghadapi masalah sendiri. Budaya gotong royong #OrangBaik seperti ini, bisa jadi solusi.

Yuk, selamatkan nyawa lebih banyak! Buat galang dana biaya pengobatan untuk yang membutuhkan bantuan di sini.

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Kitabisa

Kitabisa

Wadah untuk berdonasi dan menggalang dana secara online. Kami percaya, kemajuan teknologi sepatutnya dimanfaatkan untuk menghubungkan semangat kebaikan dan gotong-royong.

Baca juga

Punya Ide Kebaikan?

Bantu biaya pengobatan, beasiswa pendidikan, hingga bangun infrastruktur lebih mudah dengan galang dana di Kitabisa

Copyright © 2021 Kitabisa All Rights Reserved