Kebutuhan Pengobatan untuk Penderita TBC

Kebutuhan Pengobatan untuk Penderita TBC

Penyakit TBC dapat berakibat fatal bila tidak cepat ditangani. Butuh penanganan cepat dan pengobatan yang tepat agar penderita bisa sembuh total. Sebenarnya, penyakit TBC juga bisa dicegah.

TBC dapat dicegah dengan vaksin. Sebaiknya pemberian vaksin ini dilakukan sedini mungkin. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan tetap memakai masker saat berada di tempat ramai.

TBC (Tuberculosis) adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. Pada umumnya, TBC menyerang paru-paru namun bisa juga menyerang organ tubuh lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Penularan terjadi saat seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) dari seseorang yang terinfeksi TBC. Gejala TBC pada paru-paru berupa batuk lebih dari 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari.

TBC di Indonesia

Penduduk Indonesia banyak sekali yang menderita penyakit TBC. Indonesia menjadi negara ketiga dengan kasus TBC tertinggi di dunia.

Pengobatan TBC dengan mengkonsumsi obat sesuai dosis dan anjuran dari dokter. Biaya pengobatan untuk TBC itu beragam. Kalau TBC regular, bisa menghabiskan biaya antara Rp 400 ribu hingga ratusan juta.

Menjalani pengobatan TBC ternyata tidak selalu murah. Untuk menjalani pengobatan TBC, tidak semua orang bisa menebus biayanya. Pemerintah memberikan BPJS bagi pengobatan TBC secara gratis namun mengingat banyaknya kasus TBC yang ada di Indonesia, banyak orang yang berusaha membuat penggalangan dana untuk biaya pengobatan.

Penggalangan dana untuk biaya pengobatan TBC yang dilakukan bisa untuk diri pribadi maupun keluarga. Jika ada keluarga menjadi penderita TBC maka bisa saja melakukan penggalangan dana di Kitabisa. Begitu pun jika penderita TBC itu diri sendiri. Kamu bisa melakukan penggalangan dana untuk biaya pengobatan TBC diri sendiri!